Amanah Perjuangan

Wasiat dan Pesan

K.H.R. As’ad Syamsul Arifin Dan K.H.R. Achmad Azaim Ibrahimy.

K.H.R. As’ad Syamsul Arifin

Ruhul Jihad & 5 Wasiat K.H.R. As’ad Syamsul Arifin

Ruhul Jihad

  1. Pertama: Mencerdaskan kehidupan masyarakat dengan cara ikut berpartisipasi dalam bidang pendidikan, baik penguasaan ilmu pengetahuan maupun aspek menejerial.
  2. Kedua: Ikut serta dalam mengembangkan organisasi yang beliau turut andil untuk mendirikannya, yaitu Nahdlatul Ulama’ sebagai organisasi keagamaan - sosial kemasyarakatan.
  3. Ketiga: Melakukan perwakilan dan pemberdayaan masyarakat pada sektor ekonomi umat, guna terciptanya tatanan makmur dan sejahtera.

5 Wasiat

  1. Santri Sukorejo yang keluar dari NU, jangan berharap berkumpul dengan saya di akhirat.
  2. Santri saya yang pendiriannya tidak sama dengan saya, saya tidak bertanggung jawab di hadirat Allah SWT.
  3. Santri saya yang pulang atau berhenti harus ikut mengurusi dan memikirkan paling tidak salah satu dari tiga hal dibawah ini:
    • Pendidikan Islam
    • Dakwah melalui NU
    • Ekonomi Masyarakat
    “Biar alim, biar kaya tapi tidak ikut salah satu tersebut, saya ingin tahu kesempurnaan hidupnya, sebaliknya biar bodoh, biar miskin, tapi ikut mengurusi atau cawe-cawe paling tidak salah satunya dengan ikhlas, rasakan sendiri kesempurnaan hidupnya”.
  4. Istiqomah baca Rotibul Haddad (PDF).
  5. Santri saya sebenarnya umum, anak siapa saja, dalam keadaan bagaimana saja, pasti selamat dan jaya asal jujur, giat dan ikhlas.
K.H.R. Achmad Azaim Ibrahimy

Pesan K.H.R. Achmad Azaim Ibrahimy

Untuk kalian para alumni…

The End

“Bukan hal fanatik, tapi ini soal pilihan”

~ K.H.R. Achmad Azaim Ibrahimy

Berada di manapun? Tetap Salafiyah Syafi’iyah

Bersama siapapun? Tetap Salafiyah Syafi’iyah

Menjadi apapun? Tetap Salafiyah Syafi’iyah

Kader Militan adalah yang memiliki loyalitas tinggi dan tidak membuang almamaternya ketika tidak menguntungkan

— Ny. Hj. Nur Sari As'adiyah

Tetaplah setia dan seia sekata

Bersama barisan Salafiyah Syafi’iyah

Penguat Mahabbah Organisasi

Agar tetap betah, hadir, dan berkhidmah bersama IKSASS

Dua pesan ini diletakkan di bagian penutup sebagai penguat batin bahwa IKSASS bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi rumah juang untuk menjaga mahabbah, sanad, dan kesinambungan khidmah alumni Salafiyah Syafi’iyah.

K.H.R. Achmad Azaim Ibrahimy mengingatkan amanah menjaga organisasi IKSASS

Amanah Organisasi

Menjaga IKSASS adalah bagian dari khidmah, bukan beban tambahan

Pesan ini menegaskan bahwa siapa pun yang menjadi bagian dari keluarga Salafiyah Syafi’iyah memikul amanah untuk ikut menjaga IKSASS. Tetap hadir di organisasi berarti merawat silaturahmi, menjaga arah perjuangan, dan memastikan almamater tetap hidup melalui kerja bersama.

Tetap bersama IKSASS berarti menjaga rumah perjuangan yang mempertemukan alumni dalam mahabbah dan pengabdian.
  • Hadir saat organisasi membutuhkan tenaga, pikiran, dan doa.
  • Menjaga marwah almamater dalam suasana mudah maupun sulit.
  • Meneruskan nilai khidmah agar generasi berikutnya tetap punya tempat pulang.
Pesan K.H.R. Achmad Azaim Ibrahimy agar alumni tetap aktif di IKSASS

Titipan Pengasuh

Jangan hilang dari wilayah mahabbah: tetap aktif di dalam IKSASS

Ajakan untuk aktif di IKSASS adalah titipan yang halus tetapi tegas. Alumni yang pernah ditempa bertahun-tahun di Sukorejo diajak untuk tidak menjauh dari orbit mahabbahnya. Tetap terhubung dengan organisasi membuat rasa memiliki tumbuh, sehingga betah berada di barisan yang sama dan tidak mudah tercerabut dari nilai-nilai pesantren.

Aktif di IKSASS adalah cara sederhana untuk menunjukkan cinta, loyalitas, dan rasa terima kasih kepada almamater.
Aktif Betah Berjamaah Menjaga Mahabbah