Jejak lahir dan bertumbuh

Sejarah IKSASS

Perjalanan lahir, berkembang, dan menguatnya Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah sebagai wadah persatuan, kaderisasi, dan pengabdian dari pesantren untuk masyarakat.

11 Maret 1988 Diinisiasi oleh Kiai Fawaid. Integrasi organisasi kedaerahan diputuskan.
1 Oktober 1988 IKSASS dikukuhkan melalui SK resmi.
10–12 Desember 2004 MUBES VII menjadi tonggak pemisahan santri dan alumni.
Infografik sejarah lahir dan bertumbuh IKSASS
Infografik tonggak lahir dan bertumbuhnya IKSASS dari pendirian hingga peneguhan kelembagaan.
Akar Sejarah 1961–1986

Muncul banyak organisasi santri berbasis daerah asal yang kemudian mendorong kebutuhan penyatuan.

Badan Otonom SK 55/0828/A.1/X/1988

Pengukuhan langsung di bawah naungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

Arah Gerak Persatuan · Kaderisasi · Pengabdian

Menjadi jembatan antara pesantren, santri, alumni, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Latar Historis

Latar Belakang Berdirinya

Pada medio tahun 1961 hingga 1986, di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo bermunculan berbagai organisasi santri yang menggunakan identitas daerah asal sebagai simbol dan nama organisasi. Organisasi-organisasi tersebut lahir dari ikatan emosional kedaerahan para santri yang datang dari berbagai wilayah di Nusantara.

Dalam perkembangannya, semangat kedaerahan itu di satu sisi mempererat hubungan sesama santri asal daerah yang sama, tetapi di sisi lain berpotensi menimbulkan persaingan yang kurang sehat antarkelompok. Situasi inilah yang kemudian melahirkan kesadaran bahwa perlu ada sebuah wadah bersama yang dapat menyatukan seluruh santri dan alumni dalam satu organisasi yang lebih kokoh, terarah, dan bermanfaat bagi pesantren.

Linimasa Perjalanan

Tonggak Perkembangan IKSASS

Narasi sejarah disusun secara bertahap agar perjalanan organisasi lebih mudah dibaca dan dipahami.

1961–1986

Masa Organisasi Kedaerahan

Berbagai organisasi santri berbasis daerah asal tumbuh di lingkungan pesantren. Fase ini menunjukkan kuatnya ikatan emosional antarsantri sekaligus menghadirkan kebutuhan akan penyatuan organisasi.

11 Maret 1988

Keputusan Integrasi

Pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah memutuskan untuk mengintegrasikan organisasi-organisasi santri yang bersifat kedaerahan ke dalam satu wadah bernama IKSASS.

1 Oktober 1988

Pengukuhan Resmi

Almarhum KHR. As’ad Syamsul Arifin mengeluarkan SK Nomor: 55/0828/A.1/X/1988 yang mengukuhkan IKSASS sebagai badan otonom di bawah naungan langsung Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah.

1988–2004

Penguatan Organisasi

IKSASS berkembang dalam jumlah anggota, rayon, dan sub rayon. Kegiatan organisasi juga bergerak dari pola seremonial menuju program yang lebih nyata dalam peningkatan kapasitas santri.

10–12 Desember 2004

MUBES VII

Forum yang berlangsung di Asrama Haji Sukolilo Surabaya ini menjadi tonggak sejarah baru karena memisahkan IKSASS Santri dan IKSASS Alumni secara struktural dan kelembagaan, namun tetap dalam satu misi kultural.

Hari Ini

Keberlanjutan Peran

IKSASS terus meneguhkan perannya sebagai wadah kaderisasi, silaturahmi, dan pengabdian yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, kemanusiaan, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Orientasi Gerak

Tujuan dan Landasan Pengabdian

IKSASS didirikan untuk mengakomodasi santri dan alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah yang tersebar di seluruh Nusantara. Selain itu, organisasi ini bertujuan membantu merealisasikan program-program pesantren, baik dalam lingkup mikro maupun makro, terutama pada bidang-bidang yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

Program-program IKSASS tidak terbatas pada kegiatan seremonial atau keagamaan semata, tetapi juga mencakup bidang pelayanan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini berpijak pada wasiat Almarhum KHR. As’ad Syamsul Arifin yang menjadi ruh pergerakan IKSASS dari masa ke masa.

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Berpartisipasi dalam pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, demi penguatan ilmu pengetahuan dan kualitas kehidupan umat.

Berpartisipasi di Nahdlatul Ulama

Turut aktif mengembangkan organisasi keagamaan dan sosial yang menjadi salah satu medan pengabdian pesantren di tengah masyarakat.

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Menghadirkan pendampingan dan penguatan sektor ekonomi agar tercipta kehidupan yang adil, makmur, dan sejahtera.

Tata Kelola

Sistem Organisasi dan Musyawarah

Sebagai organisasi formal, IKSASS memiliki seperangkat aturan yang menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi, di antaranya AD/ART, garis-garis program kerja, serta sistem pengkaderan. Struktur IKSASS tersusun secara bertingkat mulai dari Pengurus Pusat (PP), Pengurus Rayon (PR), hingga Pengurus Sub Rayon (PSR).

Pergantian kepengurusan dilakukan secara periodik melalui mekanisme musyawarah, sedangkan perubahan aturan organisasi hanya dapat dilakukan melalui forum tertinggi, yaitu Musyawarah Besar (MUBES).

MUBESForum tertinggi organisasi yang menentukan arah kebijakan besar.
MUSRAForum permusyawaratan pada tingkat Pengurus Rayon.
MUSUBRAForum permusyawaratan pada tingkat Pengurus Sub Rayon.
Momentum Krusial

Pasca MUBES VII

Salah satu tonggak sejarah penting dalam perjalanan IKSASS terjadi pada MUBES VII yang dilaksanakan pada 10–12 Desember 2004 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Forum ini melahirkan keputusan krusial berupa pemisahan IKSASS antara unsur santri aktivis dan alumni, baik secara struktural maupun kelembagaan.

Meski secara struktural dipisahkan, secara kultural keduanya tetap mengemban misi yang sama, yaitu mempererat hubungan silaturahmi antara santri, alumni, dan pengasuh pesantren, sekaligus ikut membesarkan dan memajukan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah.

IKSASS Santri

Berkonsentrasi pada pengkaderan santri yang masih aktif di pesantren.

IKSASS Alumni

Berfokus pada pengamalan nilai-nilai wasiat KHR. As’ad Syamsul Arifin dalam kehidupan masyarakat.

Estafet Organisasi

Sejarah Kepengurusan

IKSASS Awal

  • 1988–1990KHR. Ach. Fawaid As’ad
  • 1990–1992KH. Hariri Abd. Adhim
  • 1992–1994Drs. H. Mudzakkir A. Fatah
  • 1994–2001Drs. Zainal Abidin
  • 2001–2004H. Achmad Muhyiddin Khatib

IKSASS Santri

  • 2004–2006Muhammad Sunardi
  • 2007–2009Asmawie Afa, S.Pd.I
  • 2009–2011Moh. Syafi’i, S.Pd.I
  • 2012–2014Khairul Anam, S.Pd.I
  • 2013–2015Syaiful Rijal
IKSASS Hari Ini

Menjaga Akar, Menguatkan Langkah

Berlandaskan Pancasila, IKSASS tetap eksis sebagai organisasi kaderisasi dan pengabdian yang berkomitmen pada bidang keagamaan, kemasyarakatan, kemanusiaan, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat persatuan, pengabdian, dan keberlanjutan kaderisasi, IKSASS terus meneguhkan perannya sebagai jembatan antara pesantren, santri, alumni, dan masyarakat luas.